GOJEK App

One app for every need

Pengalaman Jual Aksesori Motor dari Ignatius Fajar

Pengalaman Jual Aksesori Motor dari Ignatius Fajar
GoSend / 24 Dec 2019

Tidak semua orang berbisnis karena ingin menambah penghasilan, ada juga yang memang ingin terjun karena bosan menjadi pegawai kantoran. Alasan tersebut adalah yang menjadi pemicu mengapa Ignatius Fajar (Iggy) memulai Epic Veil. Sebuah toko yang menjual berbagai perlengkapan untuk berkendara motor, khususnya Vespa.

Sudah sejak 2012, ia merintis Epic Veil dan berhasil bertahan hingga sekarang. Seperti apa kisah Iggy dalam membangun toko ini? Ikuti saja ceritanya pada ulasan di bawah ini.

Jualan sembari edukasi

Saat ditanya apakah sudah sejak lama suka dengan Vespa? Iggy menjawab,”Tidak”, Ia mengatakan bahwa dirinya ‘kecemplung’ ke dunia Vespa. Bahkan sebelum punya toko, ia mengaku malu-malu untuk bergabung ke komunitas tersebut.

Namun, akhirnya ia pun bergabung dengan komunitas Vespa tersebut. Bermula dari situlah, ia menemukan bisnisnya sekarang ini. “Awalnya pada gaya-gaya banget ini naik Vespa, terus saya cari (aksesori) sendiri yang keren. Eh, pada nanya beli di mana, ya, udah saya jualin,” ucapnya. Ia kemudian menekuni untuk berjualan visor atau kaca helm.

Memang pada saat itu tidak ada orang yang berjualan visor dari Jepang, sedangkan permintaannya banyak. “Stok 3 sampai 5 abis, eh, malah setelah itu laku banget,” katanya. 

Selama hampir satu tahun ia mengaku hanya melakukan import visor dengan shipping yang door to door. “Itu pun dibantuin oleh anak komunitas, soalnya anak selatan (Jakarta) tuh permintaannya banyak tapi gak punya waktu,” katanya lagi. 

Melihat peluang yang cukup bagus, dua tahun kemudian Iggy pun mendirikan toko dengan bermodal iseng. “Ada garasi orang, tapi saya disuruh nutup (ruang terbuka) sendiri, ya udah, saya jadiin tempat tidur sekalian,” ucapnya. Dengan berdirinya toko, ia justru melihat peluang yang lebih besar. “Iya, anak-anak (komunitas) dateng terus tiap hari buat belanja, sampai saya butuh pegawai,” katanya. Tak butuh waktu lama, hingga akhirnya ia pindah toko ke lokasinya sekarang ini di Jl. Cereme No.1, Cilandak, Jakarta Selatan.

Sebenarnya yang dijual oleh Epic Veil adalah gaya dan Instagram menjadi sumber referensi calon pembeli. “Karena banyak orang tidak tahu, helm dipadukan dengan visor yang ini akan menjadi keren. Mereka cuma lihat itu di Instagram tapi gak tahu di mana belinya,” ucapnya. Oleh karena itu, selain berdagang Iggy juga melakukan edukasi terhadap gaya berkendara. Bahkan kata-kata tersebut juga dijadikan hashtag oleh Epic Veil. #gayaberkendara.

Terbuka dengan kompetitor

Jauh sebelum mendirikan Epic Veil, Iggy sudah lebih dulu menjalankan bisnis yang lainnya. “Banyak banget (bisnisnya), banyak ruginya lagi, sempet di denim, kulit, kaos, dan lain-lain,” katanya. Namun, begitu dirinya menemukan apa yang disuka, maka bisnis itu akan dipertahankan. “Ya, kalau rugi itu sudah biasa, makanya kalau berbisnis harus menemukan yang disuka, karena kalau rugi jadi gak masalah,” ucapnya lagi.

Berbagai macam tantangan ia temukan dalam menjalankan Epic Veil. Apalagi dalam urusan mendatangkan barang dari luar negeri. “Ada barang yang ketahan mulai dari 8 bulan sampai setahun, tapi, ya, kita bisa apa,” ujarnya. 

Selain itu, urusan customer juga kerap menjadi tantangan, terutama untuk yang diluar kota karena berbasis Instagram. “Sering salah alamat atau gak barang hilang saat pengiriman,” kata Iggy. Menghadapi hal tersebut, dirinya cukup dengan mengikhlaskan saja. “Ya, rejeki sudah ada yang ngatur masing-masing,” ucapnya lagi. 

Sementara untuk urusan kompetitor, Iggy tidak terlalu mempermasalahkan. Bahkan dirinya terbuka untuk berbagi dengan para kompetitornya. “Boleh dibilang berbagi resep dapur itu gak masalah, sih. Sekarang persaingan malah justru ke bagaimana menjual barangnya,” katanya.

Iggy menekankan bahwa uang dan pengalaman bisnis itu lebih berharga. Uang tidak akan jadi masalah dan rugi itu soal yang biasa. “Jadi terbiasa rugi, karena kalau dalam bisnis kalau gak rugi ya untung,” katanya. 

GoSend jadi andalan untuk pengiriman di Jakarta

Perkembangan Epic Veil akhirnya membawa Iggy berkenalan dengan GoSend. “Awalnya pada 2016, customer yang minta untuk dikirim melalui GoSend,” katanya. Dalam hal ini, Kris Putranto sebagai operasional manager, juga turut berbicara. “Intinya orang punya uang tapi gak punya waktu, jadi pengennya cepet dateng (barangnya),” kata Kris.

Bahkan menurut pengalaman, ada barang yang tidak seberapa mahal, namun biaya kirimnya sampai Rp200 ribuan. “Iya, ada waktu itu minta dikirim ke Bekasi, saya sih cuma kasihan sama driver-nya,” ucap Kris. 

Selain itu, Kris juga mengatakan sering mengalami pengiriman tetapi di alamat yang dikirim tidak ada orang. “Iya, akhirnya barangnya, ya, balik lagi ke kita,” ujarnya. Untuk mengatasi hal tersebut, ia pun mengatakan kepada driver Gojek untuk menitipkan barang ke tetangga.

Kemudian dalam menggunakan GoSend, Epic Veil pun menggunakan pembayaran di tempat (dibayar ketika sampai). Dengan demikian, pengiriman tidak akan terpengaruh pada waktu sibuk atau tidak, seperti yang sering ditemui ketika menggunakan metode same day. Selain itu, opsi ini dipilih karena Epic Veil tidak menggunakan GoPay sebagai alat transaksi.

Namun ketika ditanya apakah GoSend mempermudah pengiriman? Kris dan Iggy kompak mengatakan GoSend, sangat mempermudah untuk urusan pengiriman di sekitar Jakarta bahkan Jabodetabek. “Service-nya juga bagus,” ucap Iggy menutup pembicaraan.

Nah, kalau Epic Veil saja menggunakan GoSend untuk pengiriman di sekitar Jakarta dan Jabodetabek, masa kamu enggak?