GOJEK App

One app of variety solutions

Bahasa Indonesia
English

Dampak Positif GoRide: Deni Pamungkas, Sapu Bersih Ranjau Jalanan Ibukota

Dampak Positif GoRide: Deni Pamungkas, Sapu Bersih Ranjau Jalanan Ibukota
GoRide · 31 Oct 2019

Siang itu Deni Pamungkas baru saja mengantarkan penumpang ke daerah Gatot Subroto. Di sela pekerjaannya ia menyempatkan waktu membersihkan ranjau paku yang tersebar di sepanjang jalan Gatot Subroto ke arah Cawang.

Terik matahari tak mematahkan semangat Deni yang biasa disapa Mat Paku oleh rekan-rekan sesama mitra Gojek. Sepuluh menit berlalu dinyalakan kembali aplikasi Gojek kemudian bergegas meninggalkan lokasi. 

Ranjau paku telah menjadi teman sehari-hari Deni selama 3 tahun terakhir ini. Keringat, debu, asap knalpot kendaraan hanyalah perkara kecil ketika sedang berjibaku menyapu jalanan demi menghilangkan ranjau paku.

Kisahnya menjadi Mat Paku bermula dari keluhan para mitra Gojek saat ia bergabung pertama kali dengan Gojek pada 2015. Banyak pengendara yang menjadi korban ranjau paku. Maka, tak lama kemudian terbentuklah Gerakan Bersih Ranjau Paku (GBRP). Sejak saat itu, lelaki 37 tahun ini berinisiatif menjalankan aksi untuk membersihkan ranjau paku yang tersebar di jalanan Ibukota. 

“Awalnya karena banyak rekan-rekan mitra Gojek yang jadi korban ranjau paku setiap hari. Banyak juga masyarakat yang kena,” jelasnya. “Kenapa saya inisiatif melakukan ini? karena tingkat kecelakaan sangat menakutkan saat kena ranjau paku, bahkan bisa menghilangkan nyawa seseorang.”

Tindakan tebar paku oleh para oknum di jalan raya bukanlah hal baru apalagi di Jakarta. Cerita para pengendara motor yang terjatuh di jalan raya akibat laka lantas kerap kali terjadi. Tak sedikit korban berjatuhan, dampaknya ada yang luka serius bahkan hingga tewas.

Banyaknya keluhan dan kejadian yang terlihat langsung dengan mata kepalanya sendiri membuat Deni tergerak untuk melakukan tindakan nyata mengatasi ranjau paku yang sudah sangat meresahkan. Miris, ya kata itu yang bisa mewakilkan dari kisah para korban ranjau paku yang hingga saat ini masih berjatuhan.

Komunitas GBRP terbentuk dari rekan-rekan driver gojek yang saat itu banyak menjadi korban. Deni mengawalinya dengan sebuah status di media sosial Facebook. Ajakan untuk bersama-sama menyapu ranjau paku di jalanan berbuah manis. Respon teman-teman yang ingin bergabung semakin menguatkan niat baiknya ini. Dari sebuah pesan yang mungkin terdengar sederhana Deni berhasil mengumpulkan rekan-rekannya untuk berkumpul di satu titik membersihkan ranjau paku. Keluhan, masukan, juga update cerita dari para rekan-rekan yang tergabung di komunitas GBRP semua tertuang melalui facebook. 

“Kita selalu pantau informasi dari rekan-rekan di facebook.” kata Deni. “Ada juga komentar dan masukan daerah mana saja yang masuk ke dalam titik paling tinggi kerawanannya. Awalnya, daerah Roxy, Jalan Majapahit, dan Veteran terhitung sangat rawan. Namun saat ini sudah jauh berkurang.

Kegiatan bersih ranjau paku rutin dilakukan sebulan dua kali bersama teman-teman GBRP. Setiap Minggu di minggu kedua dan keempat Deni memulai kegiatan rutin ini dari pukul 6 pagi hingga pukul 12 siang. Sistem pergerakannya fokus ke titik-titik di mana keluhan paling sering ditemukan di facebook. Meskipun Deni sendiri hampir selalu melakukannya setiap hari.

Setiap kali selesai menjalankan tugas Deni dan kawan-kawannya menyempatkan waktu 5 sampai 10 menit untuk membersihkan paku di jalanan. Tentu saja magnet alat andalan yang selalu menemani Deni kemana pun pergi tak pernah tertinggal.

Deni menyadari bahwa aksi yang dilakukan bersama teman-teman mitra Gojek ini penuh dengan resiko. Ancaman dari pihak yang tak menyukainya pun terlihat nyata. Akan selalu ada risiko seperti terserempet mobil yang sedang melaju, dilempari batu dan botol minuman bekas, bahkan merusak motor. 

“Kalau mau pembersihan jalan kan motor kita parkir dulu, saya sama temen-temen jalan sampai satu kilo terus balik lagi. Kadang kendaraan jadi taruhannya pernah ditores motor saya,” ujar Deni.

“Para oknum ini melakukannya tidak sendirian ada jaringan di setiap wilayah. Tampang saya dan teman-teman sudah dikenal sama mereka. Jadi mereka juga tau kapan aja jam penyebaran kami.” keluhnya

Sebanyak 2-5 kg paku berhasil dikumpulkan Deni dari berbagai ukuran mulai 1-5 sentimeter. Meskipun sudah sebanyak itu yang ia temukan. Mereka para penyebar paku selalu saja bisa menemukan cara baru.

“Jenis paku saat ini sudah jarang ditemukan di beberapa titik. Jenis terbaru yang saat ini paling banyak itu adalah jari-jari payung.” kata Deni. “Jenis ini lebih berbahaya dan bisa langsung merusak ban. Jika terlindas ban jarak 2 meter langsung terdengar di kuping karena di bagian tengah ada rongga angin. Dalam hitungan detik angin dalam ban langsung habis. Jika kendaraan dalam kecepatan tinggi bisa menyebabkan kecelakaan lalu lintas.”

Deni yakin dari tindakannya yang mungkin berawal dari hal kecil bisa bermanfaat untuk banyak orang. Harapannya sangat besar untuk bisa membantu mengurangi tingkat kecelakaan lalu lintas di jalan raya akibat ranjau paku ini.

“Hingga saat ini tim relawan GBRP sudah ada 80 anggota, dengan anggota aktif sebanyak 15 orang. Kita butuh dukungan dari teman-teman siapapun untuk bisa mengurangi kecelakaan lalu lintas dari penyebaran ranjau paku ini.” tutupnya.