GOJEK App

One app for every need

Bahasa Indonesia
English

Olahraga Jantung Bareng GoPlay! Rekomendasi 5 Film Horor Indonesia Buat Kamu

Olahraga Jantung Bareng GoPlay!  Rekomendasi 5 Film Horor Indonesia Buat Kamu
GoPlay · 22 Oct 2020

Angin kencang di luar membuat jendela tiba-tiba terbuka lebar. Tirai-tirai melambai tak tahu arah. Tiba-tiba dari balik pintu terdengar bisikan ‘Psstt....’ Kamu yang lagi duduk di depan meja otomatis menengok ke arah pintu, tapi suara itu hilang. Tak lama suara itu terdengar lagi, kali ini lebih dekat, ‘Psstt...’Kamu mencoba mengabaikannya tapi suara itu semakin mendekat, mendekat, dan mendekat, sampai akhirnya suaranya terasa berada tepat di belakangmu. ‘Psstt..’Begitu kamu membalikkan badan....

DOR!

Ternyata bisikan itu berasal dari GoPlay yang siap mengintai kamu dengan film-film horor terbaik! Yes, karena udah masuk bulan Oktober a.k.a bulan Halloween, kurang lengkap rasanya kalo nggak nonton film horor. Makanya, GoPlay mau kasih kamu rekomendasi film horor karya sutradara ternama Indonesia yang bisa bikin kamu terjaga sepanjang malam. 

Kualitas konten horor gak perlu diragukan lagi, karena industri perfilman Indonesia dikenal jago memproduksi film-film yang bikin bulu kuduk berdiri. Apalagi deretan film ini banyak dibintangi aktor dan aktris papan atas yang banyak meraih penghargaan di ajang festival film di luar negeri. Buat kamu penggemar horor, pasti tertantang buat nonton film-film horror Indonesia ini!

Rekomendasi film horror Indonesia

Perempuan Tanah Jahanam

Film garapan Joko Anwar ini meraih penghargaan film Asia Terbaik di Bucheon International Fantastic Film Festival (BIFAN). Perempuan Tanah Jahanam yang udah ditulis Joko sejak tahun 2009 juga jadi film horor perdana Christine Hakim setelah 40 tahun berakting loh.

Film yang di luar negeri dikenal dengan judul Impetigore ini menceritakan Maya (Tara Basro) yang lagi mumet dengan masalah pekerjaan dan tengah mencari tahu tentang misteri keluarganya. Rencananya, Maya ingin menjual rumah keluarga untuk kemudian dijadikan modal usaha. Dengan berbekal rasa ingin tahu yang kuat, Maya akhirnya balik ke kampung asalnya yang terletak di desa terpencil, ditemani sahabatnya Dini (Marissa Anita). 

Tanpa mereka sadari, ternyata warga desa sudah menanti-nanti kedatangan Maya. Di sana, berbagai kejadian aneh nan keji menimpa Maya dan Dini, mulai dari tingkah laku warga desa yang nggak wajar, suara bising yang bikin merinding, dan banyak lagi. 

Dari adegan awalnya yang ikonik, Perempuan Tanah Jahanam udah menanamkan rasa teror ke penonton. Nggak cuma momen-momen menegangkan, film ini juga mengajak penonton untuk terus-terusan menebak misteri keluarga Maya. Akting para pemeran Perempuan Tanah Jahanam yang all-out membuat penonton terasa ikut masuk ke dalam cerita. Selain itu, kamu bakal dibikin merinding hanya dengan dua kata dari Asmara Abigail. Hmm apa ya? Jadi penasaran kan?

Ratu Ilmu Hitam

Hanif (Ario Bayu), Anton (Tanta Ginting), dan Jefri (Miller Khan) adalah tiga sahabat yang memutuskan berlibur dengan ke tempat yang nggak kedeteksi sama maps. Bukan liburan biasa, mereka berkunjung ke panti asuhan tempat mereka dibesarkan sekaligus untuk menjenguk pengasuh panti yang udah sakit keras. 

Sayangnya momen liburan yang seharusnya menyenangkan malah berubah jadi menegangkan dengan kejadian-kejadian aneh yang menimpa mereka. Dimulai dari anak-anak yang melihat penampakan penjaga panti yang udah meninggal, kelabang yang masuk ke tubuh, hingga pertumpahan darah. 

Walaupun diadaptasi dari film horor tahun 1981 dengan judul sama, Ratu Ilmu Hitam menyuguhkan cerita segar dengan sudut pandang yang sepenuhnya berbeda dari film versi lamanya. Sutradara Kimo Stamboel mampu mengangkat naskah buatan Joko Anwar menjadi kisah teror bak komik siksa neraka. 

Nggak cuma menegangkan, Ratu Ilmu Hitam juga diwarnai adegan-adegan yang bikin ngilu dan momen menyeramkan yang dibangun dengan kreatif. Sementara itu, misteri yang dibangun secara perlahan bikin penonton menebak-nebak penuh curiga. Buat yang ngaku-ngaku kuat nonton horor yang bikin ngilu, coba dulu deh yang satu ini.

Jaga Pocong

Ada yang lebih serem dari jagain jodoh orang, yaitu jagain pocong! Coba bayangin, gimana rasanya kalo kamu disuruh jaga mayat sendirian? Berani? Buat Mila (Acha Septriasa), ini bukan masalah berani nggak berani, tapi masalah tanggung jawab. Soalnya, Mila merupakan seorang suster. 

Awalnya Mila diminta buat merawat pasien di rumah, yaitu Sulastri (Jajang C Noer). Begitu sampai, ternyata Sulastri sudah wafat. Akhirnya anak Sulastri Radit (Zack Lee) meminta tolong Mila untuk memandikan dan membungkus jenazah almarhum. Selagi Radit pergi mengurus surat kematian sang ibu, jadilah Mila akhirnya berdua dengan Novi, putri Radit di rumah. 

Baru ditinggal sebentar, Mila sudah berhadapan dengan berbagai kejanggalan seperti bunyi-bunyi aneh serta penampakan yang Mila lihat dengan mata kepalanya sendiri. Walaupun kisah cuma berlangsung satu malam itu saja, tapi sutradara Hadrah Daeng Ratu bisa membangun atmosfer mendebarkan yang bikin parno sejak awal film. 

Dalam debutnya membintangi film horor, Acha berakting maksimal dalam memerankan Mila yang bingung dan panik atas teror di hadapannya. Tampilan pocong yang menyeramkan ditambah dengan dukungan efek suara yang memicu adrenalin ikut menambah rasa tegang saat nonton. Udah lama kan nggak nonton horor pocong? Coba uji nyali kamu dengan nonton ini sendirian biar suasana horor makin terasa. 

Reva Guna Guna

Di ulang tahunnya yang ke-21, bukannya dapat hadiah, Reva (Angel Karamoy) malah dapat petaka. Tiba-tiba mata batin dia terbuka. Reva mendadak mendapat serangan teror nggak cuma dari satu tapi dari tiga hantu sekaligus. Layaknya peribahasa sudah jatuh tertimpa tangga, Reva jadi tersangka pembunuhan ibu dan dua adiknya. 

Merasa nggak terima, Reva pun bersikeras kalau pembunuhan tersebut merupakan ulah tiga setan yang terus mengganggunya. Ya, tapi siapa yang akan percaya sama omongan Reva? Akhirnya Reva dinyatakan mengalami gangguan jiwa dan direhabilitasi. Seperti pada judulnya, usut punya usut ternyata Reva diguna-guna. 

Buat kamu yang nggak suka jumpscare, tenang. Hantu di film ini bukan asal lewat, tapi muncul dengan wujud beda-beda. Walaupun minim jumpscare, sutradara horor ternama Jose Poernomo tetap bisa membangun rasa tegang yang bikin penonton cemas-cemas greget. Yang suka dibikin deg-degan, coba deh nonton ini.

Keramat

Niatnya mau bikin karya, tapi sekelompok tim produksi film yang berangkat ke Yogyakarta ini malah ketemu malapetaka. Rencananya mereka berangkat ke Bantul untuk persiapan produksi sekaligus mendokumentasi proses yang dilakukan oleh tim behind the scene. Namun di perjalanan, kejadian-kejadian aneh mulai terjadi. Orang tak dikenal mencegat dan menyuruh mereka pulang, lalu Migi (Migi Parahita) sakit dan tiba-tiba menghilang.

Garapan dengan gaya found footage ala The Blair Witch Project bikin Keramat terasa benar-benar nyata. Bahkan nama-nama aktornya semua nggak ada yang diubah. Nggak seperti horor pada umumnya yang mengandalkan efek suara untuk membangun momen-momen menegangkan, Keramat sama sekali nggak menggunakan musik latar dan sepenuhnya mengandalkan suara-suara dari alam. Ternyata cara ini berhasil membuat Keramat lebih meyakinkan lagi dengan hasil rekaman yang apa adanya.

Memilih daerah sekitar Yogyakarta yang kental dengan nuansa mistis sebagai latar tempat merupakan keputusan yang tepat karena selain membuat suasana terasa real dan mencekam, horor yang ditampilkan juga jadi sangat khas Indonesia. Nggak heran kalau Keramat sempat disebut-sebut sebagai film horor Indonesia terseram. 

Jadi film horror Indonesia mana nih yang mau kamu nonton duluan? Jangan lupa siapin selimut sama bantal ya biar nontonnya makin seru dan ada tameng buat tutup mata. Selamat olahraga jantung!