GOJEK App

One app of variety solutions

Bahasa Indonesia
English

Perbedaan Bensin dan Solar yang Perlu Diketahui, Penting!

Perbedaan Bensin dan Solar yang Perlu Diketahui, Penting!
GoPertamina · 26 Jul 2019

Seperti yang udah kita ketahui kalau terdapat dua jenis bahan bakar yang dijual, yaitu bensin dan solar. Kedua bahan bakar tersebut pun nggak bisa sembarang dipakai di kendaraan, karena setiap bahan bakar memiliki karakteristiknya tersendiri. Yuk, cari tahu perbedaan bensin dan solar yang harus kamu ketahui berikut ini!

Karakteristik

Bensin

  • Mudah menguap pada temperatur normal
  • Nggak berwarna, berbau, dan transparan
  • Titik nyala rendah (sekitar -15 hingga -10 derajat celcius)
  • Dapat melarutkan oli dan karet
  • Sedikit meninggalkan emisi saat dibakar

Solar

  • Nggak mudah menguap pada temperatur normal
  • Nggak berbau, berwarna kuning
  • Mengandung sulfur yang tinggi
  • Dapat terbakar secara spontan pada suhu 300 derajat celcius,  sehingga nggak memerlukan pemicu seperti busi

Perbedaan Bensin dan Solar

Titik Penguapan

Bensin dapat menguap pada suhu 40 derajat celcius, sedangkan solar baru dapat menguap pada suhu 149 derajat celcius. Perbedaan titik penguapan ini berpengaruh pada proses destilasi saat memperoleh kedua bahan bakar tersebut.

Kandungan

Umumnya dalam 159 liter minyak mentah akan didapatkan 72 liter bensin murni. Namun, untuk dapat digunakan, minyak mentah perlu diolah dengan beberapa bahan tambahan. Seperti pada bensin akan ditambahkan alkil fenol untuk pencegah pembentukan kerak, asam karbosilat sebagai zat anti-korosi agar bensin nggak membuat logam berkarat, amina dan amida yang berfungsi membersihkan kerak, dan pewarna. Sedangkan untuk solar yang diambil dari fraksi minyak bumi memiliki kandungan 75% hydrocarbon jenuh seperti parafin dan cycloparafin, serta 25%-nya adalah aromatic HC, dan bio gas.

Jumlah Energi

Bensin mengandung energi sekitar 33.7 MJ, sedangkan solar mengandung energi 36.9 MJ.

Kandungan CO2

Perbedaan bensin dan solar selanjutnya terdapat kandungan CO2 yang dihasilkan saat digunakan. Bensin memiliki kandungan CO2 yang rendah, yakni 2.3 Kg. Di lain sisi, solar mengandung CO2 lebih banyak, yakni 2.65 Kg per liter.

Titik Nyala Bahan Bakar

Bensin memiliki titik nyala yang rendah, tapi dapat diatasi dengan memperbesar RON. Semakin tinggi kandungan oktana maka self ignition bensin akan semakin tinggi. Sedangkan, solar nggak memiliki nilai oktan, melainkan nilai cetane. Mirip seperti nilai oktan, nilai cetane juga menunjukkan self ignition pada tekanan kompresi tertentu.

Dengan perbedaan bensin dan solar di atas tentunya kegunaannya pun berbeda. Bensin digunakan pada kendaraan yang membutuhkan kecepatan dibandingkan tenaga dan solar kebalikannya. Jadi, jangan sampai kamu salah pilih bahan bakar untuk kendaraanmu dan pilih GoPertaminajuga untuk mengisi bahan bakar kendaraanmu. Kalau bisa isi bensin tanpa harus pergi ke SPBU alias di rumah, kenapa nggak? Cek dan coba GoPertaminadi tombol bawah ini!