GOJEK App

One app of variety solutions

Bahasa Indonesia
English

Frendy Anzhar, “Bahagia Itu Saat Diberi Kesempatan dan Kepercayaan”

Frendy Anzhar, “Bahagia Itu Saat Diberi Kesempatan dan Kepercayaan”
GoMassage · 2 Dec 2019

Sejak lahir, Frendy Anzhar tumbuh dengan kondisi yang normal. Ia besar di Lamongan, Jawa Timur.

Namun menginjak bangku SMP, pendengarannya mengalami penurunan. Ia didiagnosa mengalami gangguan syaraf. 

“Waktu itu, dokter menyarankan saya operasi, tapi karena biayanya mahal sekitar 250 juta, jadi ya saya urungkan, hingga sekarang saya tidak bisa mendengar,” kata Frendy.

Pria berusia 27 tahun ini akhirnya bersekolah hingga SMP saja. Ia memutuskan merantau ke Surabaya. Di sana ia sempat bekerja di hotel bagian laundry.Lalu, ia belajar refleksi dan bekerja di salah satu mall di Surabaya.  

Karena ingin mendapat pengalaman baru, Frendy pun nekat merantau ke Jakarta. Dengan keahlian memijatnya, ia mencoba peruntungan mencari penghasilan sebagai terapis pijat di beberapa tempat.

“Saya sempat beberapa kali bekerja di mall di Jakarta Utara dan apartemen di Jakarta Selatan. Meski tidak bisa mendengar, saya masih bisa membaca mulut. Jadi, selama bekerja saya sambil belajar melatih komunikasi dengan customer biar lebih lancar,” kata Frendy.

Lalu, Frendy mendapat informasi dari media sosial tentang lowongan GoMassage. Ia pun mendaftar dan sempat mengikuti pelatihan-pelatihan di LPPM Mustika Ratu dan Lembaga Standarisasi Profesi dari Kementrian Pariwisata dan mendapatkan sertifikat keahlian pijat. Sejak 2017, Frendy pun aktif bekerja sebagai mitra GoMassage.

“Di sini saya ngekost, semua keluarga di Lamongan. Sehari-hari, saya menggunakan ojek ke tempat customer. Tapi, enaknya GoMassagesaya bisa jemput bola nggak cuma diam di tempat. Kadang saya suka muter sampai ke Bogor, naik kereta buat cari customer. Jemput bola gitu, rata-rata bisa dapat 3 orderan. Dulu pernah sampai 9 orderan,” kata Frendy.

Walau sudah berusaha semaksimal mungkin, sering di cancel juga jadi persoalan utama Frendy. Sering terlintas di benaknya, pembatalan order mungkin saja terjadi karena customerragu dengan kemampuannya. 

“Kadang mikirnya sih apa mereka cancelsaya karena saya tuna rungu. Padahal saya komunikasi masih lancar, hanya tidak bisa mendengar saja, saya masih bisa baca mulut lho. Yang bikin semangat ya senang saja kalau dapat order banyak. Biasanya buat nabung, buat kirimin ke orangtua. Tapi ya pekerjaan saya sekarang dengan keterbatasan saya saya senang-senang aja. Gak pernah ada yang komplain atau gimana, karena customer udah tahu di profil juga tertera ada Mitra Tuna Rungu,” kata Frendy

Frendy menuturkan, ia sendiri tidak pernah merasa tersinggung atau sedih bila ditanya soal keterbatasannya. Justru ia merasa senang bila ada yang mengajaknya berkomunikasi, apalagi bila diberi kesempatan dan kepercayaan untuk menunjukkan kemampuannya. Selain di GoMassage, ia aktif di komunitas disabilitas. Frendy juga kerap ikut pelatihan-pelatihan IT untuk menambah skill.

Frendy adalah satu dari mitra disabilitas GoMassageyang #BeraniSamauntuk menunjukkan kualitas layanan terbaiknya. Yuk, waktunya kamu juga ikutan untuk #BeraniSamadalam sikapi perbedaan terhadap teman-teman mitra, termasuk penyandang disabilitas.

Nah, kamu lagi pengen pijet bareng GoMassage? Tunggu apa lagi, klik tombol di bawah dan pesan GoMassageaja!