GOJEK App

One app for every need

Bahasa Indonesia
English

Pisang Goreng Madu Bu Nanik: Menghabiskan 70 Peti Pisang Setiap Hari

Pisang Goreng Madu Bu Nanik: Menghabiskan 70 Peti Pisang Setiap Hari
GoFood · 15 Aug 2016

Pisang Goreng Madu Ibu Nanik, nama ini mungkin sudah tak asing lagi di telinga Go-Foodie. Pisang goreng yang memiliki daya tarik tersendiri ini selalu ramai setiap harinya. Bentuknya berbeda tak seperti pisang goreng kebanyakan. Warna cokelat cenderung kehitaman adalah ciri khas dari Pisang Goreng Madu Ibu Nanik. Apa rahasia dibalik kesuksesan usaha pisang goreng yang sudah berjalan sejak tahun 2007.

Madu Sebagai Pengganti Gula

Ide awal membuka usaha Pisang Goreng Madu ini didapat dari pengalaman Ibu dari Ibu Nanik yang mengidap diabetes, sehingga harus diperhatikan detail makanan yang dikonsumsi. Beliau tidak bisa mengonsumsi gula sembarangan. Kemudian Ibu Nanik mencoba alternatif pengganti gula dengan madu khusus yang biasa dikonsumsi keluarga setiap pagi.

Hasilnya pisang goreng menjadi berwarna cokelat kehitaman hasil karamelisasi madu dan mempunyai rasa yang unik dibandingkan pisang goreng biasa.

Saat itu pisang goreng yang telah matang dibagikan kepada keluarga dan kerabat responnya pun positif. Setelah itu berlanjut dengan pesanan untuk arisan oleh teman-teman sampai akhirnya mengkomersilkan produk ini.

Pemilihan Nama yang Iconic

Pisang Goreng Madu Bu Nanik secara resmi dijadikan lahan bisnis pada tahun 2007. Berawal dari gerai kecil sederhana, berpartisipasi dalam berbagai bazaar dan acara tertentu. Namun produk Pisang Goreng Madu sudah diperkenalkan ke publik jauh sebelum itu karena Ibu Nanik sudah menggeluti bisnis katering untuk hotel lebih dari 20 tahun.

Dengan menampilkan konsep makanan tradisional dan memilih nama Pisang Goreng Madu Bu Nanik menjadikan nama yang iconicserta mudah diingat.

Pengembangan produk dengan kreasi yang menarik pisang goreng ini menjadi pelopor pisang goreng madu pertama dan menjadi produk unggulan di Jakarta Barat.

Menghabiskan 70 Peti Pisang Setiap Hari

Kelvin anak dari Ibu Nanik menceritakan setiap harinya ia bersama karyawan terus meningkatkan kuantitas produksi untuk memenuhi permintaan para konsumen. Namun ada kalanya menghadapi kesulitan mendapatkan bahan baku utama. Terutama saat kemarau panjang jumlah produksi buah pisang menjadi sangat terbatas dan ini berdampak pada proses produksi. Tak kurang dari 70 peti pisang raja dibutuhkan setiap harinya.

Pentingnya Keamanan dan Kenyaman Driver

Melihat respon pembelian melalui GO-FOOD terbilang sangat baik untuk memenuhi permintaan para konsumen setiap harinya Pisang Madu Ibu Nanik mengupayakan dan terus memikirkan inovasi dalam hal produk dan juga pelayanan. Seperti menggunakan sistem yang didesign khusus agar dapat mengetahui secara detail setiap transaksi GO-FOOD. Selain itu menyiapkan kardus yang dirancang khusus agar memudahkan driver membawa dan mengantar produk dalam jumlah banyak sehingga sampai ke konsumen dalam kondisi maksimal dan tetap memikirkan keamanan sang pengemudi.