Belum Buka Rekening Saham? Yuk Mulai Dari Sini!

Investasi saham sudah menjadi obrolan warung kopi. Artinya jenis investasi ini udah nggak eksklusif lagi untuk kalangan tertentu aja, melainkan sudah sangat populer dan diminati oleh semua lapisan masyarakat. Mungkin nggak sedikit juga dari kamu yang selama perjalanan naik go ride maupun gocar, ngobrol soal saham dengan driver. Emang sepopuler itu.

Namun buat kamu yang belum pernah sama sekali nyobain untuk berinvestasi saham bahkan sama sekali gak tau gimana caranya, atau bahkan malah ini takut untuk bertanya pada teman karena takut dibilang kurang update, artikel ini bakal kasih kamu informasi komplit untuk buka rekening saham.

Berikut adalah langkah-langkah yang perlu kamu lakukan sebelum kamu melakukan transaksi pembelian saham pertamamu:

1. Membuka Rekening Dana Nasabah

Seperti halnya saat ingin menabung atau memanfaatkan fasilitas lain yang ditawarkan oleh bank, ketika kita ingin bertransaksi saham, kita perlu terlebih dahulu membuka sebuah rekening yang berguna untuk menampung uang yang akan kita investasikan atau kita terima dari hasil investasi saham. 

Rekening ini diberi nama Rekening Dana Nasabah atau RDN. Untuk membuka RDN, kamu perlu datang ke perusahaan sekuritas pilihanmu. Sebagaimana dijelaskan di artikel ini, sebagai investor ritel, kamu membutuhkan perantara untuk bisa bertransaksi saham. 

Perantara ini yang biasa disebut pialang atau broker saham, yang akan membantumu bertransaksi saham. Jasa pialang atau broker saham ini merupakan salah satu layanan yang diberikan oleh perusahaan sekuritas. Dengan mengisi beberapa form dan melampirkan beberapa dokumen pendukung, kamu bisa membuka RDN di sekuritas dengan mudah. 

Dokumen pendukung yang dibutuhkan biasanya berupa:

  • Kartu Tanda Penduduk (KTP)
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  • Copy buku tabungan

Durasi proses pembuatan RDN berbeda-beda untuk setiap sekuritas, ada yang dalam hitungan hari maupun minggu.

Lalu dari sekian banyak perusahaan sekuritas, apa saja tips untuk memilih perusahaan sekuritas yang aman dan cocok untukmu? Berikut 5 tips yang bisa kamu gunakan sebagai panduan:

Cek Aspek Legalitas dan Ijin

Pastikan perusahaan sekuritas yang kamu pilih legal dan memiliki ijin dari BEI dan OJK.

Cek Fee Transaksi

Ketahui dengan pasti berapa fee yang dikenakan oleh sekuritas pilihanmu. Fee atas transaksi saham adalah salah satu sumber pendapatan perusahaan sekuritas. Rata-rata, fee transaksi untuk pembelian saham berkisar antara 0.1% hingga 0.3%. Dan fee transaksi jual antara 0.2% hingga 0.4%. Semakin kecil fee transaksi, tentu akan semakin menguntungkan investor.

Cek Fasilitas dan Suplemen Informasi

Beberapa sekuritas secara berkala memudahkan nasabah dengan memberikan informasi-informasi terkini mengenai pasar modal dan emiten-emiten di dalamnya. Ada juga yang memberikan fasilitas seminar atau webinar gratis kepada nasabah. Hal ini tentu sangat bermanfaat terutama bagi investor pemula

Cek Layanan Pelanggan

Pastikan kamu mencari tahu seberapa responsif layanan pelanggan atau customer service dari sebuah sekuritas. Dalam keadaan-keadaan tertentu, kamu akan sangat dimudahkan jika dibantu oleh layanan pelanggan yang informatif dan responsif. Kamu bisa mencari tahu hal ini dengan melihatnya di internet.

Cek Kemudahan Bertransaksi dan Penggunaan Aplikasi 

Tentu saja kamu ingin bertransaksi di manapun dan kapanpun dengan mudah selama sesi perdagangan buka. Saat ini hampir semua perusahaan sekuritas sudah mendukung online trading atau transaksi online, baik yang bisa diakses melalui  browser di komputer/laptop atau aplikasi mobile phone, sehingga kamu tidak perlu datang ke kantor sekuritas atau menelepon broker ketika hendak bertransaksi saham.

Hal ini juga membuat memilih aplikasi mobile phone menjadi penting. Pastikan kamu merasa nyaman dengan aplikasi yang disediakan oleh perusahaan sekuritas, agar pengalaman bertransaksi menjadi menyenangkan.

2. Menyetorkan Deposit atau Modal Awal

Setelah kamu memilih perusahaan sekuritas dan membuka RDN, yang perlu kamu lakukan adalah menyetorkan sejumlah uang atau deposit awal sebagai persyaratan bertransaksi. Jumlah deposit bisa berbeda-beda untuk masing-masing sekuritas, namun saat ini beberapa sekuritas mensyaratkan deposit minimum sebesar Rp100.000 saja, tujuannya tentu agar investasi saham bisa terjangkau oleh siapapun.

Deposit ini yang nantinya bisa kamu gunakan untuk bertransaksi saham emiten-emiten pilihanmu.

3. Bertransaksi Jual Beli Secara Online

Aplikasi atau web yang disediakan oleh sekuritas biasanya akan memunculkan informasi perdagangan yang dibutuhkan oleh investor secara real time, mulai dari harga saham, level indeks dalam dan luar negeri, volume transaksi, jumlah portfolio dan lain-lain, yang membantu investor dalam mengambil keputusan. 

Kamu hanya tinggal ketik kode emiten di kolom pencarian dan mulai bertransaksi tawar menawar harga sebagaimana dijelaskan di artikel ini. Transaksi jual beli kemudian akan tercatat di aplikasi termasuk laba atau rugi dari investasi kamu.

Nah, cukup mudah kan proses membuka RDN sampai bertransaksi saham pertamamu? Tunggu apa lagi, yuk mulai dari sini!

Modul FinanSiap

Atur keuangan pribadi agar kamu bisa #FinanSiap

Modul 1: Perencanaan Keuangan

Mau beli rumah atau melanjutkan studi ke luar negeri? Yuk, tentukan tujuanmu dan rencanakan keuanganmu dari sekarang!
Lebih Lanjut

Modul 2: Pengenalan Jenis Investasi

Ingin belajar investasi? Bingung bedanya investasi saham dengan reksa dana? Mana yang lebih baik, investasi emas atau properti? Cari tahu di sini!
Lebih Lanjut

Modul 3: Investasi Saham untuk Pemula

Mau investasi saham tapi bingung mulai dari mana? Kenali manfaat dan risikonya dengan belajar investasi saham di sini!
Lebih Lanjut